Menulis tidak selalu tentang dibaca. Kadang, ia hanya tentang bertahan. Blog ini tidak pernah benar-benar dibaca. A…
Read More »Warung itu tidak pernah benar-benar tutup. Hanya membuka setengah pintu, cukup untuk membiarkan angin sore masuk d…
Read More »Ia duduk di teras rumah kontrakannya yang sempit, menatap langit yang perlahan berubah warna. Di tangannya, sebata…
Read More »Waktu tidak selalu bergerak maju. Kadang, ia hanya berhenti… menunggu. Jam dinding di ruang tamu berhenti berdetak …
Read More »Tidak semua ayah pandai mengatakan cinta. Sebagian memilih menunjukkannya dengan pulang terlambat. Ayah tidak pernah …
Read More »Warung kopi itu tidak pernah punya nama. Ia berdiri di sudut jalan kecil yang jarang dilewati, di antara toko kelon…
Read More »Hujan selalu datang tanpa bertanya. Ia turun begitu saja, menyentuh atap, jendela, dan ingatan—membangunkan hal-hal…
Read More »
Sejarah