Indah

By Unknown - 8:56 pm

Dari alam gelap itu, aku mulai menemukan cahaya. Sangat indah, membuat lidah berucap melawan kebisuan. Jiwa yang terbaring lemah, seakan cukup menikmati jalan ke hilir. Baru sekali dalam setahun terakhir, rindu ini muncul di waktu dini hari. Ah, aku harap, ada mukjizat baik yang menyatukan pecahan ini kembali. Walaupun memang tidak akan pernah utuh seperti dulu, tapi mendadak aku sangat inginkannya.
Dari banyaknya yang rangkain perih, belum dikalahkan bahagia yang pernah aku capai. Di bawah purnama malam itu, kita bersanding mengikat mimpi. Sungguh indah, belum mampu aku mengukirnya dalam narasi. Beberapa minggu ke belakang sempat terlintas, tapi tidak separah sekarang. Ia begitu nyata, seperti aku katakan tadi, berucap lidah dalam kebisuan. Berteriak malah, hingga alam pun menyahutnya.
Seperti apa yang telah terjadi, dari cahaya itu seakan menunjukan. Aku dibuai dengan keindahan. Semua cerita berubah. Sangat berbeda. Nahasnya, aku justru suka dengan renungan seperti ini. Seakan lembaran itu tidak pernah ada. Hanya keindahan yang kita punya. Salahkah? Egokah? Entahlah, kali ini aku benar-benar rasakan rindu. Aku mencintaimu pangguan bulan.


Bandung, 14 Febuari 2014 

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar